Pemasaran digital yang pantas ada di anggaran.
Performance media yang balik modal — diukur mingguan, diaudit bulanan, dipertanggungjawabkan tiap kuartal. Dibuat untuk merek yang ingin tahu persis angka mana yang bergerak, dan kenapa.
Karya yang kami banggakan.
4 sub-praktik,
satu ritme operasional.
Iklan Digital
Kami mengelola seluruh meja belanja iklan — Google Ads, Meta Ads, TikTok Ads, DV360, iklan Tokopedia / Shopee — di bawah satu strategist yang bertanggung jawab atas angkanya.
Empat langkah
yang menentukan.
Kami audit yang sudah berjalan
Audit dua minggu: belanja iklan, sinyal data, atribusi, dan materi kreatif — apa yang bekerja, apa yang bocor, apa yang belum ada.
Kami tulis ulang rencananya
Lima slide: bauran kanal, alokasi anggaran, proyeksi 90 hari, asumsi di baliknya, dan kriteria kapan harus berhenti.
Kami mulai dari yang kecil dulu
Satu pilot — satu kanal, satu materi, dua minggu. Percakapan berikutnya kami dapatkan lewat hasilnya.
Kami masuk ke ritme operasional
Standup mingguan, laporan bulanan, tinjauan kuartalan. Angkanya menumpuk; rapatnya justru makin singkat.
Tools yang
benar-benar kami pakai.
Pada prinsipnya kami tidak terikat pada tools tertentu, tapi dalam praktiknya kami punya pilihan. Ini yang kami pakai sehari-hari.
- Google Ads
- Meta Ads
- TikTok Ads
- DV360
- The Trade Desk
- Tokopedia / Shopee Ads
- GA4
- BigQuery
- Snowflake
- Looker
- Adobe
- Singular
- AppsFlyer
- Server-side GTM
- Asana
- Notion
- Linear
- Figma
- Slack
- Loom
- Funnel.io
- Supermetrics
- Claude (penulisan draf)
- ChatGPT (riset)
- Midjourney (moodboard)
- Synthesia (potongan video)
- Custom GPT

